Selasa, 20 Desember 2016

Teknik Pembelajaran

1.     1.  Teknik pembelajaran Inquiry atau menemukan
Metode Inquiry yaitu sebuah metode pembelajaran dimana guru berusaha mengarahkan siswa untuk mampu menyadari apa yang sudah didapatkan selama belajar. Sehingga siswa mampu berfikir dan terlibat dalam kegiatan intelektual dan memproses pengalaman belajar itu menjadi sesuatu yang bermakna dalam kehidupan nyata. Model Pembelajaran Inquiry dilakukan dengan tahapan:
a.       Tahapan penyajian masalah
Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang dapa tmemancing siswa untuk mengumpulkan informasi. Keterlibatan siswa pada tahap ini adalah (1) memberi respon positif terhadap masalah yang dikemukakan, (2) mengungkapkan ide awal.
b.      Tahapan verifikasi data
Guru memberikan pertanyaan pengarah sehingga siswa mampu mengidentifikasi dan merumuskan hipotesis. Keterlibatan siswa pada tahap ini yaitu (1) melakukan pengamatan terhadap masalah yang diberikan, (2) merumuskan masalah, (3) mengidentifikasi masalah, (4) membuat hipotesis, dan (5) merancang eksperimen.
c.       Megadakan eksperimen dan pengumpulan data
Pada tahap ini siswa diajak melakukan eksperimen atau mengumpulkan data dari permasalahan yang ada. Peran siswa dalam tahap ini yaitu (1) melakukan eksperimen atau pengumpulan data, dan (2) melakukan kerjasama dalam mengumpulkan data.
d.      Merumuskan penjelasan
Guru mengajak siswa untuk melakukan analisis dan diskusi terhadap hasil yang diperoleh sehingga siswa mendapatkan konsep dan teori yang benar sesuai konsepsi ilmiah. Keterlibatan siswa dalam tahap ini adalah (1) melakukan diskusi, dan (2) menyimpulkan hasil pengumpulan data.
e.       Mengadakan analisis inquiry
Guru meminta kepada siswa untuk mencatat informasi yang diperoleh serta diberi kesempatan bertanya tentang apa saja yang berkaitan dengan informasi yang mereka peroleh sebelumnya lalu kemudian guru memberikan latihan soal-soal jika dipelukan. Keterlibatan siswa dalam tahap ini yaitu (1) mencatat informasi yang diperoleh, (2) aktif bertanya, dan (3 ) mengerjakan latihan soal.

2.    2.   Konstruktivisme
Teori kontruktivisme adalah sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Salah satu teori atau pandangan yang sangat terkenal berkaitan dengan teori belajar konstruktivisme adalah teori perkembangan mental Piaget yang merupakan bagian dari teori kognitif juga. Piaget menegaskan bahwa penekanan teori kontruktivisme pada proses untuk menemukan teori atau pengetahuan yang dibangun dari realitas lapangan. Peran guru dalam pembelajaran menurut teori kontruktivisme adalah sebagai fasilitator atau moderator. Pandangan tentang anak dari kalangan konstruktivistik yang lebih mutakhir yang dikembangkan dari teori belajar kognitif Piaget menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dibangun dalam pikiran seorang anak dengan kegiatan asimilasi dan akomodasi sesuai dengan skemata yang dimilikinya.
Berbeda dengan kontruktivisme kognitif ala Piaget, konstruktivisme sosial yang dikembangkan oleh Vigotsky adalah bahwa belajar bagi anak dilakukan dalam interaksi dengan lingkungan sosial maupun fisik. bahwa pembelajaran yang mengacu kepada teori belajar konstruktivisme lebih menfokuskan pada kesuksesan siswa dalam mengorganisasikan pengalaman mereka. Bukan kepatuhan siswa dalam refleksi atas apa yang telah diperintahkan dan dilakukan oleh guru.Teori konstruktivisme pada dasarnya menekankan pembinaan konsep yang asas sebelum konsep itu dibangunkan dan kemudiannya diaplikasikan apabila diperlukan .

3.     3.  SETS atau Sains, Lingkungan, Teknologi dan Masyarakat
Pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan saling temas yang merupakan sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat. Asyari (dalam Tristanti, 2011:12) mengartikan pendekatan SETS sebagai suatu pendekatan dalam pembelajaran sains yang mengaitkan dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat sekitar. Pendekatan SETS ditujukan untuk membantu peserta didik mengetahui sains, perkembangan dan aplikasi konsep sains dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini membahas tentang hal-hal yang bersifat nyata, yang dapat dipahami, dapat dibahas, dan dapat dilihat.
Menurut podjiaji (dalam Tistanti) pembelajaran Sains Lingkungan Teknologi dan Masyarakat pada dasarnya memberikan pemahaman tentang kaitan antara sains teknologi dan masyarakat sekitar serta merupakan wahana untuk melatih kepekaan siswa terhadap lingkungan sebagai akibat perkembangan sains dan teknologi. Berdasarkan hal tersebut siswa diharapkan dapat menerapkan pembelajaran sains dengan memanfaatkan lingkungan sekitar untuk membuat teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

4.     4.  Pemecahan Masalah
Metode pemecahan masalah adalah suatu cara menyajikan pelajaran dengan mendorong peserta didik untuk mencari dan memecahkan suatu masalah/persoalan dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. Metode ini diciptakan seorang ahli didik berkebangsaan Amerika yang bernama Jhon Dewey. Metode ini dinamakan Problem Method. Sedangkan Crow&Crow dalam bukunya Human Development and Learning, mengemukakan nama metode ini dengan Problem Solving Method.
Sebagai prinsip dasar dalam metode ini adalah perlunya aktifitas dalam mempelajari sesuatu. Timbulnya aktifitas peserta didik kalau sekiranya guru menjelaskan manfaat bahan pelajaran bagi peserta didik dan masyarakat.
 Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) sebagai berikut :
Persiapan
·         Bahan-bahan yang akan dibahas terlebih dahulu disiapkan oleh guru.
·  Guru menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan sebagai bahan pembantu dalam memecahkan persoalan.
·         Guru memberikan gambaran secara umum tentang cara-cara pelaksanaannya.
·      Problem yang disajikan hendaknya jelas dapat merangsang peserta didik untuk berpikir.
·         Problem harus bersifat praktis dan sesuai dengan kemampuan peserta didik
 Pelaksanaan
·         Guru menjelaskan secara umum tentang masalah yang dipecahkan.
·         Guru meminta kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan tentang tugas yang akan dilaksanakan.
·         Peserta didik dapat bekerja secara individual atau berkelompok.
·         Mungkin peserta didik dapat menemukan pemecahannya dan mungkin pula tidak.
·    Kalau pemecahannya tidak ditemukan oleh peserta didik kemudian didiskusikan mengapa pemecahannya tak ditemui.
·         Pemecahan masalah dapat dilaksanakan dengan pikiran.
·      Data diusahakan mengumpulkan sebanyak-banyaknya untuk analisa sehingga dijadikan fakta.
·         Membuat kesimpulan.

5.     5.   Diskusi
Metode diskusi mendorong siswa untuk berdialog dan bertukar pendapat, dengan tujuan agar siswa dapat terdorong untuk berpartisipasi secara optimal, tanpa ada aturan-aturan yang terlalu keras, namun tetap harus mengikuti etika yang disepakati bersama. Diskusi digunakan oleh guru apabila hendak:
·         memanfaatkan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh siswa
·      memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan kemampuannya masing-masing
·        memperoleh umpan balik dari para siswa tentang apakah tujuan yang telah dirumuskan telah tercapai
·     membantu para siswa balajar berpikir teoretis dan praktis lewat berbagai mata pelajaran dan kegiatan sekolah
·    membantu para siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman-temannya (orang lain)
·         mengembangkan motivasi untuk belajar lebih lanjut
Kegiatan siswa dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut:
·         Menelaah topik/pokok masalah yang diajukan oleh guru atau mengusahakan suatu problem dan topik kepada kelas.
·         Ikut aktif memikirkan sendiri atau mencatat data dari buku-buku sumber atau sumber pengetahuan lainnya, agar dapat mengemukakan jawaban pemecahan problem yang diajukan.
·         Mengemukakan pendapat baik pemikiran sendiri maupun yang diperoleh setelah membicarakan bersama-sama teman sebangku atau sekelompok.
·         Mendengar tanggapan reaksi atau tanggapan kelompok lainnya terhadap pendapat yang baru dikemukakan.
·         Mendengarkan dengan teliti dan mencoba memahami pendapat yang dikemukakan oleh siswa atau kelompok lain.
·         Menghormati pendapat teman-teman atau kelompok lainnya walau berbeda pendapat.
·         Mencatat sendiri pokok-pokok pendapat penting yang saling dikemukakan teman baik setuju maupun bertentangan.
·         Menyusun kesimpulan-kesimpulan diskusi dalam bahasa yang baik dan tepat.
·         Ikut menjaga dan memelihara ketertiban diskusi.
·         Tidak bertujuan untuk mencari kemenangan dalam diskusi melainkan berusaha mencari pendapat yang benar yang telah dianalisa dari segala sudut pandang.

6.      6.  Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah suatu cara untuk menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk pertanyaan dari guru yang harus dijawab oleh siswa atau sebaliknya (pertanyaan dari siswa yang harus dijawab oleh guru) baik secara lisan atau tertulis. Pertanyaan yang diajukan mengenai isi pelajaran yang sedang diajarkan guru atau pertanyaan yang lebih luas, asal berkaitan dengan pelajaran atau pengalaman yang dihayati. Melalui dengan tanya jawab akan memperluas dan memperdalam pelajaran tersebut.
Langkah-langkah penggunaan yaitu :
Persiapan
·         menentukan topik
·         merumuskan tujuan pembelajaran khusus (TPK)
·         menyusun pertanyaan-pertanyaan secara tepat sesuai dengan TPK tertentu
·         mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan siswa
Pelaksanaan
·         menjelaskan kepada siswa tujuan pembelajaran khusus (TPK)
·        mengkomunikasikan penggunaan metode tanya jawab (siswa tidak hanya bertanya tetapi juga menjawab pertanyaan guru maupun siswa yang lain)
·         guru memberikan permasalahan sebagai bahan apersepsi
·         guru mengajukan pertanyaan keseluruh kelas
·         guru harus memberikan waktu yang cukup untuk memikirkan jawabannya, sehingga dapat merumuskan secara sistematis
·         tanya jawab harus berlangsung dalam suasana tenang, dan bukan dalam suasana yang tegang dan penuh persaingan yang tak sehat di antara para siswa
·   pertanyaan dapat ditujukan pada seorang siswa atau seluruh  kelas,  guru perlu  menggugah  siswa yang pemalu atau pendiam, sedangkan siswa yang pandai dan berani  menjawab  perlu dikendalikan untuk memberi kesempatan pada yang lain
·         guru mengusahakan agar setiap pertanyaan hanya berisi satu masalah saja
·      pertanyaan ada beberapa macam, yaitu pertanyaan pikiran, pertanyaan mengungkapkan kembali pengetahuan yang dikuasai, dan pertanyaan yang meminta pendapat, perasaan, sikap, serta pertanyaan yang hanya mengungkapkan fakta-fakta saja.

7.    7.   Penugasan
Cara dalam proses belajar mengajar dengan jalan memberikan tugas kepada siswa, siswa diberikan pr (pekerjaan rumah) dalam artian tugas untuk mengasah otak siswa dalam berpikir dan membantu siswa dalam mengingat pelajaran yang sudah dijelaskan dengan pemberian tugas.

8.    8.  Karya Ilmiah
Metode ilmiah adalah cara para saintis untuk memecahkan masalah yang dihadapi melalui tahapan tahapan tertentu, antara lain meliputi melakukan pengamatan, penyusun hipotesis, melakukan percobaan, dan menarik kesimpulan.
Adapun secara ringkas langkah langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
·         Melakukan identifikasi masalah
·         Mengumpulkan data dalam cakupan masalah
·         Memilah data untuk mencari korelasi, hubungan yang bermakna dan keteraturan
·   Merumuskan hipotesis (suatu generalisasi) yang merupakan tebakan ilmiah yang menjelaskan data data yang ada dan menyarankan langkah langkah berikutnya yang harus dilakukan untuk penelitian yang lebih lanjut
·         Menguji hipotesis secara setepat mungkin dengan cara mengumpulkan data data baru
·    Melakukan konfirmasi, modifikasi ataupun menolak hipotesis apabila memperoleh temuan temuan baru.

9.      9. Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik yang sebenarnya maupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan. Dengan metode demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna.

Senin, 21 November 2016

RPP Tata Nama Senyawa Kimia

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan      : Sekolah Menengah Atas
                        Mata Pelajaran            : Kimia
Kelas / Semester          : X / Semester 2
Materi                          : Tata Nama Senyawa Anorganik
Alokasi Waktu            : 15 Menit

A.    Komptensi Inti
1.       Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2.       Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.       Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusian, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4.       Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B.     Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai melaksanakan kegiatan pembelajaran, peserta didik dapat:
1.       menghayati dan mengamalkan kebesaran Tuhan melalui keunikan penamaan senyawa,
2.       menghayati dan mengamalkan perilaku ilmiah dalam mempelajari tata nama senyawa anorganik.
3.       menjalankan perilaku responsif dan pro-aktif serta bijaksana dalam menuliskan nama senyawa kimia berdasarkan rumus kimia dan sebaliknya,
4.       menerapkan aturan IUPAC untuk penamaan senyawa anorganik.
5.       menalar aturan IUPAC dalam penamaan senyawa anorganik

C.    Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
1.1   Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif
Indikator :
·         Peserta didik menghayati kebesaran Tuhan melalui keunikan tata nama senyawa kimia.
·         Peserta didik merasakan kebesaran Tuhan melalui keanekaragaman nama senyawa kimia.
1.2   Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
Indikator :
·         Peserta didik menghayati perilaku ilmiah dalam mempelajari tata nama  senyawa anorganik
·         Peserta didik mengamalkan perilaku ilmiah dalam mempelajari tata nama  senyawa anorganik.
1.3   Menunjukkan perilaku responsif dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan
Indikator :
·         Peserta didik menjalankan perilaku responsif dan pro-aktif dalam menuliskan nama senyawa kimia berdasarkan rumus kimia dan sebaliknya.
·         Peserta didik menjalankan perilaku bijaksana dalam menuliskan nama senyawa kimia berdasarkan rumus kimia dan sebaliknya.
1.4   Menerapkan aturan IUPAC untuk penamaan senyawa anorganik dan organik sederhana
Indikator :
·         Peserta didik mengingat aturan IUPAC saat menuliskan nama suatu senyawa.
·         Peserta didik menerapkan aturan IUPAC dalam penulisan nama senyawa anorganik.
1.5   Menalar aturan IUPAC dalam penamaan senyawa anorganik dan organik sederhana
Indikator :
·         Peserta didik menuliskan nama senyawa berdasarkan aturan IUPAC.
·         Peserta didik menalar aturan IUPAC untuk penulisan senyawa

D.    Materi
Tata Nama Senyawa
Untuk memudahkan penamaan, senyawa dikelompokkan menjadi 2 yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik.
Senyawa anorganik dibagi dua yaitu senyawa biner dan senyawa poliatomik. senyawa biner adalah senyawa yang mengandung dua jenis unsur, sedangkan senyawa poliatomik terdiri atas lebih dari 2 jenis unsur.
1. Tata nama senyawa anorganik
a. Tata nama senyawa anorganik biner
Senyawa biner ada 2 macam, yaitu terdiri atas atom:
1) logam dan nonlogam;
2) nonlogam dan nonlogam.
Jika senyawa biner terdiri atas atom logam dan nonlogam dengan logam yang hanya mempunyai satu macam muatan/bilangan oksidasi, maka namanya cukup dengan menyebut nama kation (logam) dan diikuti nama anionnya (nonlogam) dengan akhiran -ida.
Tabel 4.1 Contoh-contoh tata nama senyawa biner dari logam yang mempunyai satu bilangan oksidasi
Akan tetapi jika atom logam yang bertindak sebagai kation mempunyai lebih dari satu muatan/bilangan oksidasi, maka nama senyawa diberikan dengan menyebut nama logam + (bilangan oksidasi logam) + anionnya (nonlogam) dengan akhiran -ida.
Jika senyawa biner terdiri atas atom unsur nonlogam dan nonlogam, maka penamaan dimulai dari nonlogam pertama diikuti nonlogam kedua dengan diberi akhiran -ida.
Senyawa yang memiliki nama umum boleh tidak menggunakan tata nama menurut IUPAC.
Tabel 4.5 Contoh-contoh senyawa yang mempunyai nama umum.
b. Tata nama senyawa anorganik poliatomik
Senyawa anorganik poliatomik pada umumnya merupakan senyawa ion yang terbentuk dari kation monoatomik dengan anion poliatomik atau kation poliatomik dengan anion monoatomik/poliatomik. Penamaan dimulai dengan menyebut kation diikuti anionnya.
Senyawa asam dapat didefinisikan sebagai zat kimia yang dalam air melepas ion H + . Contohnya HCl, H2SO4, H3PO4. (Materi asam akan dibahas lebih lanjut di kelas XI). Penamaan senyawa asam adalah dengan menyebut anionnya dan diawali kata asam.

E.       Model Pembelajaran
·           Make a -match

F.     Metode Pembelajaran
1.       Metode:
a.        Metode Ceramah
b.       Metode Demonstrasi
2.       Pendekatan
·          Pendekatan ilmiah (scientific approach)

G.    Media dan Sumber Belajar
1.       Media Pembelajaran
a.        Video pembelajaran
b.       Peralatan demonstrasi
2.       Sumber Pembelajaran
c.        Buku ajar Kimia X
d.       Video pembelajaran


H.    Langkah-Langkah Pembelajaran


Waktu
Aktivitas Guru
Aktivitas Siswa
2 Menit
1.    Pendahuluan (2 menit)
1.        Guru mengucapkan salam dilanjutkan dengan mengajak peserta didik untuk melakukan doa bersama yang dipimpin oleh ketua kelas.
2.        Guru menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai.

3.        Guru bertanya tentang senyawa kimia disekitar kehidupan siswa.
4.        Guru memutarkan video mengenai tata nama senyawa anorganik

1.     Siswa menjawab salam dari guru dan  berdoa dipimpin ketua kelas



2.    Siswa memperhatikan dengan cermat apa yang harus dilakukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
3.    Siswa menanggapi pertanyaan yang diberikan guru.
4.    Siswa memperhatikan tayangan video dengan seksama

10 Menit
Kegiatan Inti
1.     Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi konsep atau topik yang cocok, satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban. Sambil memberitau cara bermainnya
2.     Guru meminta dua orang siswa maju untuk membantu memegang kartu jawaban
3.     Guru memilih dua orang siswa yang berani untuk maju kedepan mengambil kartu soal dan mencari jawaban dikartu jawaban
4.     Guru memberikan sebuah penghargaan kepada siswa yang cepat mencari jawaban dan jawaban nya tepat.
5.     Guru menjelaskan games kedua
6.     Guru memberitahukan sebuah nama senyawa, kemudian meminta salah satu siswa untuk maju kedepan mencari jawaban nya
7.     Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang menjawab pertanyaan
8.     Guru membagikan soal evaluasi kepada masing-masing siswa dan meminta siswa untuk menjawab soal tersebut
9.     Guru mengumpulkan soal evaluasi

1.     Siswa memperhatikan guru



2.     Dua orang siswa maju untuk membantu memegang kartu jawaban
3.     Siswa yang terpilih mengambil kartu soal dan segera mencari jawaban dikartu jawaban

4.     Siswa yang tercepat menerima penghargaan dari guru

5.     Siswa mendengarkan guru
6.     Salah satu siswa yang terpilih maju kedepan mencari jawaban dari pertanyaan guru

7.     Siswa menerima penghargaan dari guru

8.     Siswa menerima soal evaluasi dan menjawab soal yang dibagikan

9.     Siswa mengumpulkan soal ke guru
2 Menit
Kegiatan Penutup (3 menit)
1.    Meminta 1 orang siswa sebagai wakil untuk membuat kesimpulan terkait materi.
2.    Guru menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
3.    Guru menutup kegiatan pembelajaran dan mengucapkan salam kepada para.

1.    Siswa bersama guru menarik kesimpulan.

2.    Siswa mendengarkan guru


3.    Siswa menjawab salam.


I.       PENILAIAN
1.       Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik
Bentuk Instrumen
1. Pengamatan Sikap
1. Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik
2. Portofolio
2.  Panduan Penyusunan Portofolio
3.  Tes Tertulis
3.  Tes Uraian dan Pilihan Ganda

2.       Lembar Pengamatan Sikap
No.
Aspek yang Dinilai
3
2
1
Keterangan
1.
Menghayati dan mengamalkan kebesaran Tuhan
melalui materi mempelajari tata nama senyawa anorganik.




2.
Memiliki rasa ingin tahu (curiosity)




3.
Menunjukkan ketekunan dan tanggungjawab dalam belajar dan bekerja baik secara individu maupun berkelompok









3.       Lembar Penilaian Sikap
No
Aspek yang Dinilai
Nilai
Rubrik
1.
Mengagumi dan bersyukur kepada Tuhan atas diciptakannya senyawa organik dan anorgagnik sehingga dapat dimanfaatkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk kesejahteraan makhluk hidup.
3



2



1
Menunjukkan ekspresi kekaguman terhadap materi pelajaran terkait dengan ungkapan verbal yang menunjukkan rasa syukur terhadap Tuhan.
Belum secara eksplisit menunjukkan ekspresi kekaguman atau ungkapan syukur, namun menaruh minat terhadap keseluruhan kegiatan belajar mengajar.
Belum menunjukkan ekspresi kekaguman, atau menaruh minat terhadap belum menunjukkan kekaguman terhadap keseluruhan kegiatan belajar mengajar dengan verbal yang menunjukkan rasa syukur terhadap Tuhan.
2.
Menunjukkan rasa ingin tahu (curiosity)
3


2



1
Menunjukkan rasa ingin tahu yang besar, antusias, terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar.
Menunjukkan rasa ingin tahu, namun tidak terlalu antusias, dan baru terlibat aktif ketika diminta atau disuruh.
Tidak menunjukkan antusias dalam pengamatan, sulit terlibat aktif dalam kegiatan kelompok walaupun telah didorong untuk terlibat.
3.
Menunjukkan ketekunan dan tanggungjawab dalam belajar dan bekerja baik secara individu maupun berkelompok

3


2


1
Tekun dalam menyelesaikan tugas dengan hasil terbaik yang bisa dilakukan, berupaya tepat waktu.
Berupaya tepat waktu dalam menyelesaikan tugas, namun belum menunjukkan upaya terbaiknya.
Tidak berupaya sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas, dan tugasnya tidak selesai tepat waktu.




SOAL EVALUASI
Tata Nama Senyawa Anorganik

Kerjakanlah dengan jujur! Yakinlah pada kemampuan Anda!

1.        Apa nama senyawa biner berikut?
a)      LiBr
b)      MgCl2
c)      CO
d)     CO2
2.        Apa nama senyawa poliatom berikut?
a)      NaNO3
b)      KClO3
c)      CaCO3  
3.        Tuliskan rumus kimia senyawa-senyawa berikut!
a)      Magnesium Iodida
b)      Aluminium Oksida
c)      Natrium Fosfat
d)      Kalsium Klorit



Jawaban Soal Evaluasi
1. Apa nama senyawa biner berikut?
e)      LiBr = Litium Bromida
f)       MgCl2 = Magnesium klorida
g)      CO = karbon monoksida
h)      CO2 = karbon dioksida
2. Apa nama senyawa poliatom berikut?
d)     NaNO3 = natrium nitrat
e)      KClO3 = kalium klorat
f)       CaCO3  = kalsium karbonat
3. Tuliskan rumus kimia senyawa-senyawa berikut!
e)      Magnesium Iodida = MgI
f)       Aluminium Oksida =Al2O3
g)      Natrium Fosfat = Na3PO4
h)       Kalsium Klorit = KClO2