Selasa, 20 Desember 2016

Teknik Pembelajaran

1.     1.  Teknik pembelajaran Inquiry atau menemukan
Metode Inquiry yaitu sebuah metode pembelajaran dimana guru berusaha mengarahkan siswa untuk mampu menyadari apa yang sudah didapatkan selama belajar. Sehingga siswa mampu berfikir dan terlibat dalam kegiatan intelektual dan memproses pengalaman belajar itu menjadi sesuatu yang bermakna dalam kehidupan nyata. Model Pembelajaran Inquiry dilakukan dengan tahapan:
a.       Tahapan penyajian masalah
Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang dapa tmemancing siswa untuk mengumpulkan informasi. Keterlibatan siswa pada tahap ini adalah (1) memberi respon positif terhadap masalah yang dikemukakan, (2) mengungkapkan ide awal.
b.      Tahapan verifikasi data
Guru memberikan pertanyaan pengarah sehingga siswa mampu mengidentifikasi dan merumuskan hipotesis. Keterlibatan siswa pada tahap ini yaitu (1) melakukan pengamatan terhadap masalah yang diberikan, (2) merumuskan masalah, (3) mengidentifikasi masalah, (4) membuat hipotesis, dan (5) merancang eksperimen.
c.       Megadakan eksperimen dan pengumpulan data
Pada tahap ini siswa diajak melakukan eksperimen atau mengumpulkan data dari permasalahan yang ada. Peran siswa dalam tahap ini yaitu (1) melakukan eksperimen atau pengumpulan data, dan (2) melakukan kerjasama dalam mengumpulkan data.
d.      Merumuskan penjelasan
Guru mengajak siswa untuk melakukan analisis dan diskusi terhadap hasil yang diperoleh sehingga siswa mendapatkan konsep dan teori yang benar sesuai konsepsi ilmiah. Keterlibatan siswa dalam tahap ini adalah (1) melakukan diskusi, dan (2) menyimpulkan hasil pengumpulan data.
e.       Mengadakan analisis inquiry
Guru meminta kepada siswa untuk mencatat informasi yang diperoleh serta diberi kesempatan bertanya tentang apa saja yang berkaitan dengan informasi yang mereka peroleh sebelumnya lalu kemudian guru memberikan latihan soal-soal jika dipelukan. Keterlibatan siswa dalam tahap ini yaitu (1) mencatat informasi yang diperoleh, (2) aktif bertanya, dan (3 ) mengerjakan latihan soal.

2.    2.   Konstruktivisme
Teori kontruktivisme adalah sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Salah satu teori atau pandangan yang sangat terkenal berkaitan dengan teori belajar konstruktivisme adalah teori perkembangan mental Piaget yang merupakan bagian dari teori kognitif juga. Piaget menegaskan bahwa penekanan teori kontruktivisme pada proses untuk menemukan teori atau pengetahuan yang dibangun dari realitas lapangan. Peran guru dalam pembelajaran menurut teori kontruktivisme adalah sebagai fasilitator atau moderator. Pandangan tentang anak dari kalangan konstruktivistik yang lebih mutakhir yang dikembangkan dari teori belajar kognitif Piaget menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dibangun dalam pikiran seorang anak dengan kegiatan asimilasi dan akomodasi sesuai dengan skemata yang dimilikinya.
Berbeda dengan kontruktivisme kognitif ala Piaget, konstruktivisme sosial yang dikembangkan oleh Vigotsky adalah bahwa belajar bagi anak dilakukan dalam interaksi dengan lingkungan sosial maupun fisik. bahwa pembelajaran yang mengacu kepada teori belajar konstruktivisme lebih menfokuskan pada kesuksesan siswa dalam mengorganisasikan pengalaman mereka. Bukan kepatuhan siswa dalam refleksi atas apa yang telah diperintahkan dan dilakukan oleh guru.Teori konstruktivisme pada dasarnya menekankan pembinaan konsep yang asas sebelum konsep itu dibangunkan dan kemudiannya diaplikasikan apabila diperlukan .

3.     3.  SETS atau Sains, Lingkungan, Teknologi dan Masyarakat
Pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan saling temas yang merupakan sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat. Asyari (dalam Tristanti, 2011:12) mengartikan pendekatan SETS sebagai suatu pendekatan dalam pembelajaran sains yang mengaitkan dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat sekitar. Pendekatan SETS ditujukan untuk membantu peserta didik mengetahui sains, perkembangan dan aplikasi konsep sains dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini membahas tentang hal-hal yang bersifat nyata, yang dapat dipahami, dapat dibahas, dan dapat dilihat.
Menurut podjiaji (dalam Tistanti) pembelajaran Sains Lingkungan Teknologi dan Masyarakat pada dasarnya memberikan pemahaman tentang kaitan antara sains teknologi dan masyarakat sekitar serta merupakan wahana untuk melatih kepekaan siswa terhadap lingkungan sebagai akibat perkembangan sains dan teknologi. Berdasarkan hal tersebut siswa diharapkan dapat menerapkan pembelajaran sains dengan memanfaatkan lingkungan sekitar untuk membuat teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

4.     4.  Pemecahan Masalah
Metode pemecahan masalah adalah suatu cara menyajikan pelajaran dengan mendorong peserta didik untuk mencari dan memecahkan suatu masalah/persoalan dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. Metode ini diciptakan seorang ahli didik berkebangsaan Amerika yang bernama Jhon Dewey. Metode ini dinamakan Problem Method. Sedangkan Crow&Crow dalam bukunya Human Development and Learning, mengemukakan nama metode ini dengan Problem Solving Method.
Sebagai prinsip dasar dalam metode ini adalah perlunya aktifitas dalam mempelajari sesuatu. Timbulnya aktifitas peserta didik kalau sekiranya guru menjelaskan manfaat bahan pelajaran bagi peserta didik dan masyarakat.
 Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) sebagai berikut :
Persiapan
·         Bahan-bahan yang akan dibahas terlebih dahulu disiapkan oleh guru.
·  Guru menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan sebagai bahan pembantu dalam memecahkan persoalan.
·         Guru memberikan gambaran secara umum tentang cara-cara pelaksanaannya.
·      Problem yang disajikan hendaknya jelas dapat merangsang peserta didik untuk berpikir.
·         Problem harus bersifat praktis dan sesuai dengan kemampuan peserta didik
 Pelaksanaan
·         Guru menjelaskan secara umum tentang masalah yang dipecahkan.
·         Guru meminta kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan tentang tugas yang akan dilaksanakan.
·         Peserta didik dapat bekerja secara individual atau berkelompok.
·         Mungkin peserta didik dapat menemukan pemecahannya dan mungkin pula tidak.
·    Kalau pemecahannya tidak ditemukan oleh peserta didik kemudian didiskusikan mengapa pemecahannya tak ditemui.
·         Pemecahan masalah dapat dilaksanakan dengan pikiran.
·      Data diusahakan mengumpulkan sebanyak-banyaknya untuk analisa sehingga dijadikan fakta.
·         Membuat kesimpulan.

5.     5.   Diskusi
Metode diskusi mendorong siswa untuk berdialog dan bertukar pendapat, dengan tujuan agar siswa dapat terdorong untuk berpartisipasi secara optimal, tanpa ada aturan-aturan yang terlalu keras, namun tetap harus mengikuti etika yang disepakati bersama. Diskusi digunakan oleh guru apabila hendak:
·         memanfaatkan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh siswa
·      memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan kemampuannya masing-masing
·        memperoleh umpan balik dari para siswa tentang apakah tujuan yang telah dirumuskan telah tercapai
·     membantu para siswa balajar berpikir teoretis dan praktis lewat berbagai mata pelajaran dan kegiatan sekolah
·    membantu para siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman-temannya (orang lain)
·         mengembangkan motivasi untuk belajar lebih lanjut
Kegiatan siswa dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut:
·         Menelaah topik/pokok masalah yang diajukan oleh guru atau mengusahakan suatu problem dan topik kepada kelas.
·         Ikut aktif memikirkan sendiri atau mencatat data dari buku-buku sumber atau sumber pengetahuan lainnya, agar dapat mengemukakan jawaban pemecahan problem yang diajukan.
·         Mengemukakan pendapat baik pemikiran sendiri maupun yang diperoleh setelah membicarakan bersama-sama teman sebangku atau sekelompok.
·         Mendengar tanggapan reaksi atau tanggapan kelompok lainnya terhadap pendapat yang baru dikemukakan.
·         Mendengarkan dengan teliti dan mencoba memahami pendapat yang dikemukakan oleh siswa atau kelompok lain.
·         Menghormati pendapat teman-teman atau kelompok lainnya walau berbeda pendapat.
·         Mencatat sendiri pokok-pokok pendapat penting yang saling dikemukakan teman baik setuju maupun bertentangan.
·         Menyusun kesimpulan-kesimpulan diskusi dalam bahasa yang baik dan tepat.
·         Ikut menjaga dan memelihara ketertiban diskusi.
·         Tidak bertujuan untuk mencari kemenangan dalam diskusi melainkan berusaha mencari pendapat yang benar yang telah dianalisa dari segala sudut pandang.

6.      6.  Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah suatu cara untuk menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk pertanyaan dari guru yang harus dijawab oleh siswa atau sebaliknya (pertanyaan dari siswa yang harus dijawab oleh guru) baik secara lisan atau tertulis. Pertanyaan yang diajukan mengenai isi pelajaran yang sedang diajarkan guru atau pertanyaan yang lebih luas, asal berkaitan dengan pelajaran atau pengalaman yang dihayati. Melalui dengan tanya jawab akan memperluas dan memperdalam pelajaran tersebut.
Langkah-langkah penggunaan yaitu :
Persiapan
·         menentukan topik
·         merumuskan tujuan pembelajaran khusus (TPK)
·         menyusun pertanyaan-pertanyaan secara tepat sesuai dengan TPK tertentu
·         mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan siswa
Pelaksanaan
·         menjelaskan kepada siswa tujuan pembelajaran khusus (TPK)
·        mengkomunikasikan penggunaan metode tanya jawab (siswa tidak hanya bertanya tetapi juga menjawab pertanyaan guru maupun siswa yang lain)
·         guru memberikan permasalahan sebagai bahan apersepsi
·         guru mengajukan pertanyaan keseluruh kelas
·         guru harus memberikan waktu yang cukup untuk memikirkan jawabannya, sehingga dapat merumuskan secara sistematis
·         tanya jawab harus berlangsung dalam suasana tenang, dan bukan dalam suasana yang tegang dan penuh persaingan yang tak sehat di antara para siswa
·   pertanyaan dapat ditujukan pada seorang siswa atau seluruh  kelas,  guru perlu  menggugah  siswa yang pemalu atau pendiam, sedangkan siswa yang pandai dan berani  menjawab  perlu dikendalikan untuk memberi kesempatan pada yang lain
·         guru mengusahakan agar setiap pertanyaan hanya berisi satu masalah saja
·      pertanyaan ada beberapa macam, yaitu pertanyaan pikiran, pertanyaan mengungkapkan kembali pengetahuan yang dikuasai, dan pertanyaan yang meminta pendapat, perasaan, sikap, serta pertanyaan yang hanya mengungkapkan fakta-fakta saja.

7.    7.   Penugasan
Cara dalam proses belajar mengajar dengan jalan memberikan tugas kepada siswa, siswa diberikan pr (pekerjaan rumah) dalam artian tugas untuk mengasah otak siswa dalam berpikir dan membantu siswa dalam mengingat pelajaran yang sudah dijelaskan dengan pemberian tugas.

8.    8.  Karya Ilmiah
Metode ilmiah adalah cara para saintis untuk memecahkan masalah yang dihadapi melalui tahapan tahapan tertentu, antara lain meliputi melakukan pengamatan, penyusun hipotesis, melakukan percobaan, dan menarik kesimpulan.
Adapun secara ringkas langkah langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
·         Melakukan identifikasi masalah
·         Mengumpulkan data dalam cakupan masalah
·         Memilah data untuk mencari korelasi, hubungan yang bermakna dan keteraturan
·   Merumuskan hipotesis (suatu generalisasi) yang merupakan tebakan ilmiah yang menjelaskan data data yang ada dan menyarankan langkah langkah berikutnya yang harus dilakukan untuk penelitian yang lebih lanjut
·         Menguji hipotesis secara setepat mungkin dengan cara mengumpulkan data data baru
·    Melakukan konfirmasi, modifikasi ataupun menolak hipotesis apabila memperoleh temuan temuan baru.

9.      9. Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik yang sebenarnya maupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan. Dengan metode demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar